Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Malam itu, dia tidur dengan gelisah, bermimpi tentang cokelat berbentuk hati yang berubah menjadi mata-mata yang mengawasinya dari segala arah.
Dan di suatu tempat, di kontrakan baru yang sederhana, Luna duduk di depan cermin, merapikan riasan wajahnya yang menyerupai Dara. Ponselnya menunjukkan foto pengiriman cokelat yang sudah sampai. Yang dia lacak melalui nomor resi.
“Kamu pasti sudah menerimanya, Sayang,” bisiknya pada foto Rendra yang dipajang di samping cermin. “Sekarang tunggu kejutan aku berikutnya.”