Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUNNY

SUNNY

ujar Luna saat bertemu denganku di parkiran. "jangan sok gak denger deh, atau emang gak pernah merasa huh?" ucapnya lagi padaku. Aku masih tak peduli. anggap saja burung berkicau masak aku ikut juga bersama berkicau. "Jadi ngantarin aku kan Ren? di sini serem masak dari tadi aku denger gonggongan anjing, tapi kok gak lihat anjingnya dimana ya?" Aku pura pura melihat ke arah kanan dan kiri sambil berjalan masuk ke mobil Reno. Meski aku masih dengar ucapan Luna "Dasar cewek sial@n awas kamu ya...!" dan teman Luna yang lain melerainya untuk menyusulku.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as luna loud
Read
+Library
Panggil Aku ALUNA

Panggil Aku ALUNA

Tadi dia yang mencemo'oh Kenzo kalau dia adalah pria yang cengeng, tapi ia menyadari bahwa dirinya lah yang lebih cengeng dari pada pria itu. Perlahan pelukan itu terlepas. Kedua insan saling memandang bersamaan. "Kak Luna nangis yah?" dilihatnya sudut mata Aluna yang basah karena air mata. "Enggak lah sus, tadi ada debu yang masuk mata, jadi matanya aku kucek deh heheh," ucapnya, berbohong!
108.2K viewsOngoingAdded to Library 328 Times as luna loud
Read
+Library
LETUP

LETUP

Pikiran Kaila-lah yang selalu memusuhinya akibat kesan pertama yang kurang menyenangkan. “Nggak bisa juga,” lapor Fano, sembari mengembalikan kick starter motor Kaila ke posisi semula. Membuat Kaila tersadar ia melamun sejak tadi. “Ini biasa sebelum dipake dipanasin dulu, nggak?” Kaila mengangguk ragu. “Tapi udah lama nggak dipake.” Pandangan Fano kembali pada si gadis yang masih berdiri canggung di tempatnya itu. Sorotnya menyelidik. “Terakhir di-tune up kapan?”
2.7K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as luna loud
Read
+Library
Dear Nala

Dear Nala

ucap salah satu siswa yang ada di sana. Nala Anindita, atau orang biasa memanggilnya Nala. Gadis berusia 18 tahun yang terkenal pendiam, adalah siswi yang tak bisa dianggap remeh. Otaknya yang di atas rata-rata tak perlu diragukan lagi. Selain itu, paras wajahnya yang hampir sempurna menjadikan Lala primadona para remaja laki-laki SMA Tunas Bangsa.
103.0K viewsOn holdAdded to Library 103 Times as luna loud
Read
+Library
ISTRI SEMPURNA DI HIDUP KEDUA

ISTRI SEMPURNA DI HIDUP KEDUA

Ia diseret ke lorong gelap gudang menuju ruangan besar di tengah bangunan itu. Di ruangan itu, Luna berdiri dengan dagu terangkat. Lampu-lampu sorot menerangi wajahnya yang penuh riasan tajam, tapi sorot matanya dingin, hampir seperti orang gila. Tangannya menggenggam gelas anggur, sementara beberapa anak buahnya berjaga di sisi kanan dan kiri. Begitu Leo dan Monica didorong masuk, Luna melirik sekilas, bibirnya melengkung ke atas. “Bagaimana istirahat kalian? Nyaman?”
1028.7K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as luna loud
Read
+Library
Mengubah Cinta Lampau Yang Menyakitkan

Mengubah Cinta Lampau Yang Menyakitkan

Tak lama kemudian, terdengar suara Calvin, tunanganku. “Luna, kenapa baru angkat telepon? Kamu tahu nggak aku sangat khawatir denganmu?!” Dengan suara manja dan lemah, Luna menjawab, “Kak Calvin, aku nggak enak badan~ Sepertinya aku habis diracuni, cepat tolong aku!~” Suara Calvin langsung terdengar panik, “Tunggu Luna, aku segera ke sana!”
12.1K viewsCompletedAdded to Library 314 Times as luna loud
Read
+Library
LUKA

LUKA

tanya Nara menatap Intan antusias. Intan mengernyit ia berpikir sesaat dan menepuk keningnya keras, "Gue lupa nanti malam ada party di kolam renang. Kalian gak usah kemana-kemana di sini aja suasana pasti romantis mau ngapain aja juga gak bakal ada yang komplain." "Ngapain apa nih maksudnya?" canda Alvin membuat Intan tertawa. "Ya ngapain aja, nanti malam acara bebas lo pada mau ciuman mau ngapain di sekitar sini juga gak ada yang larang."
87.8K viewsOngoingAdded to Library 248 Times as luna loud
Read
+Library
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Ia menatap layar cukup lama sebelum mengabari Adrian. Luna: “Aku lolos.” Adrian: “Tentu saja. Lagu kamu jujur. Dan kejujuran itu, Lun… nggak pernah kalah.” Hari tampil pun tiba. Luna berdiri di belakang panggung besar, kali ini dengan gitar di tangan dan rambut digerai sederhana. Tak ada kostum mewah, tak ada pencahayaan dramatis. Hanya satu spotlight, dan satu hati yang siap dibuka.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as luna loud
Read
+Library
The Devil In Love

The Devil In Love

Dan memberikan ponsel tersebut pada Luna. "Hubungi bosmu, katakan hari ini kamu ijin," Abimana. Luna segera menekan sebuah kontak dan mendekatkan ponselnya ke telinganya. "Loudspeaker!" Abimana. Luna langsung mengubah panggilan tersebut ke mode loudspeaker. Saat setelah empat kali terdengar nada sambung, akhirnya terdengar suara lelaki disebrang sana.
107.0K viewsOngoingAdded to Library 279 Times as luna loud
Read
+Library
My Luna

My Luna

tanya Gamma membuat Ghina kembali menatapnya penuh takut. Ghina kembali mengeratkan pelukannya. “Tapi lo bilang kalau lo Werewolf!” seru Ghina. “Bukankah kamu meragukan ucapanku?” tanya Gamma lagi-lagi dengan seringainya. “Enggak! Lo pasti Werewolf. Gak mungkin manusia biasa bisa panjat pohon setinggi ini dalam waktu singkat!” seru Ghina lagi menepis ucapan Gamma. “Lalu?” tanya Gamma. “Lo juga bilang kalau gue Mate lo! Jadi gak mungkin banget kalau lo biarin gue mati—heup!”
104.7K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as luna loud
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status