Benih Yang Kau Tanam
"Jadi anak yang baik, jagain Ibumu. Buat Ibumu bangga dan jangan pernah menyakitinya, makasih udah mau maafin Papa. Papa pergi dulu, semoga suatu saat nanti jika kita masih bisa bertemu lagi kamu masih mau mendekat pada Papa."
Revan menjabat tangan Andra lalu menciumnya takzim, pelukan seorang ayah meski pada kesempatan yang berbeda tapi tetap saja memberi kebahagiaan tersendiri untuk hati kecilnya. Andra mengusap rambut Revan. Setelah genggaman itu terlepas, Andra keluar dari rumah itu.
"Ran, makasih kamu sudah mendidik Revan menjadi anak yang baik dan begitu dewasa. Semoga kelak dia menjadi anak yang sukses dan selalu membuatmu bangga. Aku pamit." Andra menjabat tangan Rania.