Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hanya Istri Pelampiasan

Hanya Istri Pelampiasan

Kalau harus ku mengingatmu lagi Aku takkan sanggup dengan yang terjadi pada kita Jika melupakanmu hal yang mudah Ini takkan berat, takkan membuat hatiku lelah Kalah, kuakui aku kalah Cinta ini pahit dan tak harus memiliki Jika aku bisa, ku akan kembali Ku akan merubah takdir cinta yang kupilih Meskipun tak mungkin, walaupun ku mau Membawa kamu lewat mesin waktu Di sebuah kafe elite pusat kota, terlihat Band Indie Tri Buana yang sedang naik daun tengah perform membawakan sebuah lagu milik Budi Doremi bertajuk 'Mesin Waktu' Tepuk tangan gemuruh mengakhiri perform Oktaf, Jazz, dan Harpa sore hari ini. Sambutan hangat dan meriah dari para penonton tak cukup mampu membuat senyum di bibir mereka
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

Kukira telah sampai di ujung pelangi Angkuh petik satu warna Merah jambu kesukaanku. Lupa pada buta malam Hitam yang kubawa pulang Tuai derita tak kenal musim. ______________________________ Dentuman musik selimuti desa, empat orang biduan berlenggak ikuti irama, satu di antaranya pria gemulai. Pemuda dewasa itu bergerak lincah lagi lentur, bak belut diangkat dari penangkaran.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Senja Kian Memudar

Senja Kian Memudar

Bunda enggak sabar ingin segara memberitahukan soal lamaran kemarin pada suaminya. *** Senja telah menunjukkan keberadaannya pertanda malam akan datang menggantikan waktu sore. Begitu juga dengan hati seseorang akan ada yang pergi dalam kehidupan tapi akan ada yang datang menggantikan seseorang. Mungkin ini saatnya Layinah harus melupakan bang Lutfi mencoba menerima hati dari bang Dito. Enggak adil memang bila bang Dito hanya Layinah jadikan pelampiasan ini bukan pelampiasan tapi mencoba mencari hati yang tulus.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Memergoki Suamiku Dengan Gundiknya

Memergoki Suamiku Dengan Gundiknya

ucap Satriya antusias. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Kali ini aku tak tahu tujuannya ke mana. Suara Satriya memecah keheningan yang sempat mendera. Lagu Budi Doremi yang berjudul mesin waktu ia nyanyikan dengan penuh penghayatan. Indah, tapi lirik di dalamnya seolah menamparku.
1079.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

Tanyaku "Mau nyanyi judulnya Rindukan Dirimu" Ucapnya "Ok. Oh iya kita jalanin rencananya buat deketin Alvin sama Sivia abis kita latihan aja ya" Ucapku "Iya abis latihan aja biar aku konsentrasi buat acara pensinya dan latihannya" Ucapnya "Ok Yo. Aku pamit tidur dulu ya badanku udah capek semua mau butuh istirahat buat besok biar gak capek buat latihan besok" Pamitan
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Rindu yang Terluka

Rindu yang Terluka

RINDU YANG TERLUKA - Tak Pernah Sembuh Dada Pak Farhan terasa sesak dan pengap. Kesedihan luar biasa mendera dan menyiksa. Diimpit rasa bersalah demikian dalamnya. Timbul ketakutan bahwa ia bisa kehilangan Bu Tiwi dalam waktu yang tidak disangka. Wanita di sampingnya duduk tenang dengan tatapan tanpa beralih dari luar kamar. Lewat jendela kaca ia melihat siluet tanaman bunga kesayangannya bergoyang diembus angin malam.
9.9191.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

Bagaimana jika nanti terjadi sesuatu yang buruk pada cewek itu? Elusan lembut pada kepalanya membuat Senja membuka matanya lagi dan mengintip. Nampak Mentari sedang tersenyum sambil menyanyikan sebuah lagu. Entah lagu apa. Yang jelas, suaranya begitu merdu dan elusan tangannya begitu menenangkan. Bibir pucat Senja mengukir sebuah senyum dan kedua matanya kembali terpejam. “Serena... kamu datang untuk melihatku, ya?”
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Saat sentuhan pertama menyentuh senar, nada rendah yang dalam dan bergetar seketika memenuhi ruangan—bukan bunyi yang riang gembira seperti yang biasa didengar di jamuan istana, melainkan nada yang membawa kesan dingin, sepi, namun penuh kekuatan yang tak terlihat. Jari-jariku bergerak melintasi senar dengan gerakan luwes yang lahir dari latihan bertahun-tahun, seolah menari mengikuti irama yang hanya aku yang bisa dengar. Melodi yang kupetik adalah kelanjutan dari puisi yang baru saja kubacakan: tentang musim dingin yang panjang, salju yang menutupi tanah, pohon yang tetap berdiri tegak meski rantingnya hampir patah, dan harapan yang tetap hidup di bawah lapisan es yang tebal.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Kenapa Ginos merebutnya lagi? Susan merasa seperti ada batu berat yang menekan hatinya. Dia berjongkok untuk menyeka air mata Julian dan menelepon Ginos. Tidak ada yang menjawab setelah menelepon lima kali berturut-turut, tetapi Wenny memperbarui postingan lagi. [Selamat untuk putri kesayanganku, Nana, yang menjadi satu-satunya murid guru Joses. Bakat dan kerja kerasmu akhirnya terlihat olehnya, senang banget!]
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 412 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status