Saat Hati Menyesal
Lalu, terdengar suara mabuk Richard, kelihatannya benar-benar mabuk berat, “Ella, kenapa sejak hamil, kamu makin sensitif saja? Tira itu bermaksud baik, kok….”
“Surat cerai sudah kukirim. Kalau sempat, tolong ditanda tangan dan satu lagi, aku sudah tinggalkan hadiah untukmu di ruang makan. Jangan lupa dilihat.”
Suaraku datar dan tegas. Sebelum mereka sempat menjawab, aku pun menutup telepon.
Di saat itu juga, Richard langsung sedikit tersadar dari mabuknya.
Melihat Tira yang mencoba mendekat, dia jadi kesal dan mendorongnya menjauh.
Hot Chapters