Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Pernikahan Biasa

Bukan Pernikahan Biasa

Melihat-lihat gedung Graha Pena, pusat kegiatan literasi dan berkumpulnya komunitas yang ada di kota itu. Di sebuah lorong, Senja memperhatikan lukisan yang menempel di dinding sepanjang lorong itu. Lukisan abstrak, lukisan cat air dengan berbagai tema di pajang di sana. "Aku minta maaf untuk apa yang telah kukatakan tadi." Arga sudah berdiri di belakang Senja. Namun perempuan itu masih diam. "Kamu benar. Bahwa semua telah selesai. Aku yang nyatanya nggak bisa menerima semua ini. Padahal aku sendiri yang telah membuat kesalahan. Aku minta maaf, Senja."
10404.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.8K kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Endah Ariyani
kak Lis, kalau boleh tahu asli darimana yaa? Blitar kah? Jatuh cinta nta sama karya kakak Bukan Pernikahan Biasa, bener bener bagus...... ga ada rencana buat season 2 kak? aku baca maraton, sampai beberapa kali top up...
Baca Semua Ulasan
ISTRI CERDAS PURA-PURA BODOH

ISTRI CERDAS PURA-PURA BODOH

Bahkan tak berkedip sedetikpun. “Saya akan menyanyikan sebuah lagu special untuk seseorang yang jauh di sana. Semoga saja dia mendengar lagu ini. Mantan terindah.” Budi menyanyi dengan penuh penghayatan. Bait demi bait dilantunkan dengan suara yang merdu. Walau ada getaran pada suaranya, tetap saja riuh tepuk tangan bergema. ‘Mau dikatakan apalagi, kita tak akan pernah satu. Engkau di sana aku di sini meski hatiku memilihmu.’
8.4316.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

* Melukis Senja Budi Doremi Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri Kau telah berjuang menaklukkan hari-hari mu yang tak mudah Biar ku menemanimu membasuh lelah mu Izinkan ku lukis senja Mengukir namamu di sana Mendengar kamu bercerita Menangis tertawa Biar ku lukis malam Bawa kamu bintang-bintang Tuk temanimu yang terluka Hingga kau bahagia Aku disini walau letih coba lagi jangan berhenti Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

“Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu.. Bila kau tak di sampingku Bila kau tak di sampingku..” Ridwan, Lili, Riris dan Rianti bernyanyi bersama-sama. “Hup! Semua! Tangannya ke atas! Tere rere rereng tererereng..” ucap Ridwan bersemangat. “Takkan kubiarkan kau menangis Takkan kubiarkan kau terkikis Terluka perasaan oleh semua ucapanku..”
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Kekasih Rahasia Ketua BEM

Kekasih Rahasia Ketua BEM

Harum mawar di taman Menusuk hingga ke dalam sukma Dan menjadi tumpuan rindu cinta bersama Di sore itu menuju senja Magika mendengarkan lagunya yang berjudul menuju senja, dan lagu ini juga cocok untuk pengantar tidur. Benar apa yang dikatakan Randy, liriknya puitis, seketika dia jadi teringat kakak tingkatnya itu, dan mulai merasakan rindu di dalam hatinya. Perasaannya untuk Randy kini semakin jelas.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Hanya sapaan singkat dari Luna. “Selamat malam. Lagu ini berjudul ‘Senyap’. Untuk semua yang pernah belajar melepaskan, dan tetap memilih mendukung.” Musik mengalun. “Di balik kata yang tak sempat terucap, Ada hati yang tetap mengharap, Bukan untuk kembali... Tapi untuk tahu, kita pernah berarti…”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Langit cerah, angin lembut menyentuh pipinya – seolah semesta ikut mendukung. 15.00 – Sesi Seni: “Lukisan Pengampunan” Anya memilih warna kuning dan putih untuk menggambar matahari yang terbit. Ia menulis di sudut kanvas: “Aku membuka hatiku untuk harapan yang baru.” 17.00 – Penutup Hari: “Menyatukan Doa” Menjelang malam, Prof. Mahendra mengajak peserta merapal mantra lembut: “Aku damai. Aku bebas. Aku siap menyambut hidup baru.”
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

Ia dapat melihat banyak kain putih yang menutupi sesuatu. Senja menyingkap satu persatu kain putih itu dan menemukan berbagai alat musik yang sudah usang. Ada Gitar, biola, piano dan juga drum. Di ujung ruangan, Senja juga melihat berbagai jenis alat lukis dan lukisan yang tertutupi kain putih. Ia menyingkap kain putih untuk melihat satu-persatu lukisan-lukisan itu, lukisannya di buat dengan latar di dominasi warna kuning. Di setiap sudut lukisan terdapat kata ‘Yelo’ yang menandakan nama si pelukis. Senja jadi teringat saat Dipta memanggil Gauri dengan sebutan Yelo. Mungkinkah semua lukisan ini dibuat oleh Gauri? batin Senja. Awalnya lukisan itu di buat sangat indah, ada gambar bintang yang
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

“Iya. Pohon yang cuma berdiri. Nggak ngomong.” Anggi tertawa. “Akhirnya peran yang sesuai ambisimu untuk istirahat.” Sementara itu, Anggi sendiri mulai melakukan sesuatu yang lama ia tunda: melukis lagi. Bukan gambar kota atau jembatan, tapi warna-warna abstrak yang tidak perlu dijelaskan. Kadang ia melukis malam-malam saat rumah sudah sunyi. Rendra pernah berdiri di belakangnya dan bertanya, “Ini gambar apa?”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Sepuluh Senja Terakhir Asa

Sepuluh Senja Terakhir Asa

Regan melingkarkan tangannya ke pinggang Sei. "Tergantung dulu waktu senja aku lagi sama siapa. Kalo sama kamu ya ga buang-buang waktu. Kalo sama yang lain liatin senja kaya gini ya buang-buang waktu aku." Jelas Regan panjang. Sei tersenyum pahit, cewek cantik itu menyampirkan rambutnya ke telinga. "Kalo suatu saat kamu lihat senja bukan sama aku, gimana?" Sei memeluk lengan Regan.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai lirik budi doremi melukis senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status