Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sebuah keahlian yang sudah mahir dia kerjakan. Lantai putih dinodai oleh cairan merah kehitaman yang mengalir segar. Arya memukul-mukul dinding kaca. Ia sekarat. Kematian dilihatnya sudah begitu dekat. Di dalam sisa-sisa kesadarannya, hanya asma Tuhannya yang dibisikkan. Lalu oksigen perlahan kehilangan tumpangan untuk menuju otak. ***
1.4K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as lirik chapter four
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara." Guru Tua Matt melanjutkan dengan tema angka empat: "Suara tepian di keempat (4) sisi, sudut-sudut yang menanjak; seribu puncak, di dalam kabut, matahari terbenam mengurung kota yang sunyi." Arisa mengikuti dengan puitisnya: "Arus deras mengalir lurus ke bawah tiga ribu kaki; sepertinya galaksi turun dari langit kesembilan (9)."
3.1K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as lirik chapter four
Read
+Library
Perjanjian dengan sang Miliarder Tampan

Perjanjian dengan sang Miliarder Tampan

) bisa baca di chapter 91 dan chapter 103. Thank you my lovely readers.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 468 Times as lirik chapter four
Read
+Library
Sang Penguasa Arthur Gardner

Sang Penguasa Arthur Gardner

Dia terkekeh dengan percaya diri, yakin bahwa dia akhirnya memenangkan pertempuran yang menakutkan ini. "Kamu sudah menempuh perjalanan yang jauh," katanya mengejek. "Namun, di sinilah perjalananmu berakhir." Number Four, pakaiannya basah oleh darah. Dia berlutut dan jatuh ke tanah, genangan merah terbentuk di sekujur tubuhnya. Dia mengerang kesakitan, satu tangan diletakkan dengan hati-hati ke mulutnya yang giginya telah dicabut secara brutal.
1062.7K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as lirik chapter four
Read
+Library
Raja Dunia Bela Diri!

Raja Dunia Bela Diri!

“Rasa sakit hanyalah pikiran. Kosongkan dirimu… dan itu akan berlalu seperti mimpi.” Ia tiba di Surga Keempat. Energi bintang di sini jauh lebih mengerikan, memancing siapa pun untuk berkomunikasi. Jika ia bersedia berhenti di sini, ia bisa menjadi seorang jenius yang belum pernah dilihat Kerajaan Chu. Namun— “Aku tidak akan berhenti di sini.” Persepsinya terus naik.
9.558.6K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as lirik chapter four
Read
+Library
SECOND VIRGIN

SECOND VIRGIN

“Baiklah. Aku percaya padamu. Pekan siang, di sini. Kau akan mempertemukanku dengan putriku!” ____________________________________________________ Thanks for reading this chapter Thanks juga yang udah vote, komen atau benerin typo Kelen luar biasa Well, see you next chapter teman-temin With Love ©®Chacha Prima 👻👻👻 Minggu, 24 April 2022
107.6K viewsOn holdAdded to Library 243 Times as lirik chapter four
Read
+Library
Rahasia Alkimia Warisan Tersembunyi

Rahasia Alkimia Warisan Tersembunyi

--- Ketika matanya mulai terbiasa dengan kegelapan, sebuah suara berat bergema di sekelilingnya. > Suara Misterius: "Selamat datang di Langit Keempat, Ling Zhen. Di sini, kau akan menghadapi apa yang paling kau takuti. Tidak ada jalan keluar, hanya keberanianmu yang akan menuntunmu." > Zhen: "Apa maksudmu? Apa yang akan kuhadapi di sini?"
104.8K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as lirik chapter four
Read
+Library
Patah Hati Jam 4 Pagi

Patah Hati Jam 4 Pagi

[Apartemen Keluarga Mahendra. Pernyataan perang yang jelas. Untuk merebut kembali apa yang menjadi milikku, aku mengemudi menuju apartemen. Aku mengetuk tiga kali sebelum Selina membuka pintu dengan santai. "Nah, lihat siapa yang datang. Elisa, ada perlu apa malam-malam begini?" Dia mengenakan gaun renda hitam tipis, aroma parfum Arvian menyelimuti ruangan.
5.2K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as lirik chapter four
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Lembaran Baru Dengan semua kekuatan, Salma membuka halaman terakhir Risalah Sebelum Segalanya. Tapi tak ada apapun di sana. Kosong. Sampai Kai menuliskan kalimat pertama: “Mimpi ini bukan milik dunia. Tapi milik manusia.” Begitu kalimat itu ditulis, semua ruang bergemuruh. Bayangan runtuh. Cahaya menyelimuti mereka. Dan suara Pembaca Pertama terdengar: “Kalian telah membuka kalimat keempat.”
2.6K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as lirik chapter four
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status