Rindu yang Lupa
Suara Fira terekam dinding bercat biru, wajahnya dilukiskan angan-angan di atas permukaan plafon kamar, tangisnya diterjemahkan detik-detik, gerak kakinya disembunyikan hujan-hujan, kekonyolannya dipudarkan temaram malam, keceriaannya dilenyapkan waktu yang terekam dalam pesan lirihnya di balik ponsel.
“A.l.d.i.t.o.l.o.n.g.”
Bukan Akhtar yang tersebut, justru nama orang lain. Telpon Fira salah alamat di waktu darurat. Akhtar membanting telpon usai mematikan sepihak. Ia kesal.
Jauh di seberang sana, terbentang jarak puluhan kilo meter. Pria berbaju batik terkapar di luar kamarnya, tubuhnya terlentang menatap remang-remang cahaya bintang, ingatannya bergulir pada titik tidak jelas. Hujan memer
Hot Chapters