Sayang, Izinkan Aku Selingkuh
Ia menenggelamkan diri dalam alunan musik, membiarkan tubuhnya bergoyang mengikuti irama, mencoba melupakan luka yang menganga di hatinya.
Di tengah lamunannya, seorang pria mendekat. Matanya tajam, senyumannya menggoda. Ia berbicara ringan, menanyakan kabarnya, memujinya dengan cara yang begitu alami. Clara hanya tersenyum, tidak terlalu peduli dengan obrolan itu. Sebaliknya, ia yang justru mengambil kendali. Jemarinya yang hangat menyusuri lengan pria itu, matanya menyiratkan ajakan tanpa perlu kata-kata.
"Sayang, bisakah kamu menemaniku melewati malam ini? Aku kesepian," ucap Clara dengan nada manja dan centil.