The Wall In My Heart
Ini bukan hal yang harus diratapi karena logika pria akan bermain mencari cara di masa depan untuk mengurai simpul pesakitan.
“Sekali ini saja aku bertanya kembali padamu, Ma. Apakah kau mau berada di sampingku dalam ikatan yang halal?” suara Adam melemah, lembut tapi tetap tegas. Dibujuknya ego untuk mereda, tidak pernah ada hasil yang baik ketika hati dibumbung api amarah. Di seberang sana, Najma tidak dapat menahan tangisnya, sesenggukan dia menahan nafas yang keluar di sela-sela tangis. Adam meninju dinding rumah, tak ingin dia mendengar tangisan. Tapi, tangisan itu mau tidak mau harus ia dengar.
Sikat na Kabanata