Luka di Ujung Senja
Ia duduk, tangan mereka saling mencari tanpa kata.
Adegan terakhir selesai. Tepuk tangan memenuhi ruangan. Rafa membungkuk bersama teman-temannya, matanya langsung mencari mereka. Saat pandangan mereka bertemu, Rafa tersenyum lebar—senyum yang tahu ia dilihat.
Di luar aula, Rafa berlari menghampiri. “Kalian lihat semua?”
“Semua,” kata Rendra.
“Bahkan yang kamu improv tadi,” tambah Anggi.