Noda Dalam Luka
Kalah atau pun menang sama saja akulah orang pertama yang akan terluka.
"Lisna, Lisna, di mana kamu?" suara panggilan dari Mas Indra, membuyarkan lamunanku.
"Di sini, Mas," jawabku setengah berteriak.
Dengan langkah malas aku beranjak dari tempat duduk, masuk ke dalam kamar menghampiri Mas Indra, yang sedang memakai bajunya. Aroma wangi sabun dan shampo tercium dari tubuhnya, sepertinya dia baru mandi. Sebersih apa pun dia mencuci tubuhnya. Namun, noda kotor itu tidak akan pernah bisa hilang dari jasad dan jiwanya. Ah, aku membencinya juga mencintainya.