TEMAN WANITA AYAHKU
"Malah tadi pagi Bunda nerima surat. Isinya bilang Ayah pernah jalan sama perempuan lain, bukan Bunda. Tapi suratnya udah kita bakar. Gak mungkin Ayah berkhianat."
Aktingku luar biasa. Bunda tersenyum bangga. Mungkin dalam hati, dia sedang memujiku. Ayah tampak bingung, kerutan di keningnya makin dalam.
"Gak usah dipikirin. Bunda juga percaya Ayah itu suami yang baik buat Bunda," lanjut Bunda sambil menggenggam tangan Ayah, "gak ada salah paham. Nanda tetap teman selama dia baik ke May, Raya, dan Risa. Ayah setuju?"