Dia, Adnan.
"Gantian dong Bundanya."
Aku sedikit terkekeh mendengar suara Bunda yang dibuat agak ketus, dasar ratu drama tapi aku sayang. Bahkan aku baru teringat jika di sini masih ada Bunda dan, Aunty Lila.
Ku lihat bunda mencium punggung tangan Ayah, kemudian mengecup pipi ayah sekilas dengan kakinya yang jinjit. Kemudian yang dilakukan Ayah hanya mengusap puncak kepala bunda, lalu mengusap perut bunda yang sudah terlihat membuncit karena sedang mengandung. Ya bisa dilihat perbedaan perlakuan Ayah kepada diriku dan kepada Bunda. Kadang Bunda sering kali bercanda bahwa ia iri kepadaku karena katanya Ayah terlihat lebih menyayangiku daripada Bunda, padahal aku sendiri pun bisa melihat bahwa tatapan Aya
Bab Populer