Perjalanan Patah Hati
Lima puluh kilo Raya duduk dibalik kemudi, selama itu pula ia masih menangis.
"Udah, Ra. Kita kan mau ke Kerinci sekarang. Happy dong." Asta yang duduk disebelahnya menahan tawa. Berbagai variasi lagu sudah ia setel, mulai dari pop, groovy, hip hop, blues, sampai dangdut koplo, tidak ada yang bisa mengalihkan tangisan Raya. Padahal biasanya ia bisa dengan mudah berjoget mengikuti irama lagu - kecuali satu yang sempat membuatnya tertawa tadi, lagu Si Eteh dari Doel Sumbang yang Sal nyanyikan lengkap ke cengkok-cengkoknya. Setelah itu, ia menangis lagi.
"M-makasih ya, Ta. Udah... udah mau bayarin U-umak berobat. Gue... seneng bangeeet." Raya berkata sambil terisak-isak.
Hot Chapters