BLIND HEART [INDONESIA]
Dengan tangan bergetar aku menerima ponsel dan menempelkan di telinga.
“Hallo,” ucapku pelan, dengan tangisan tertahan.
“Jangan pergi dengan pria itu, Silvana, jangan pernah.”
Suara berat itu terdengar menggeram, dihiasi alunan musik dan teriakan orang-orang yang terdengar samar.
“Anda sedang di club?” tanyaku langsung.
“Bukan itu pembahasan kita, Silvana,” sahutnya datar.