Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya
“Then, it’s my turn. Giliran aku, Christ. Aku, mau ngerasa enak juga.”
“H-Hah?” Kalimat terakhir tadi berhasil membuat seorang Christine jeda beberapa detik, sebelum terpikir jawaban. “M-Maksudnya, kamu... belum puas? You came so much.”
Wajah memerahnya menggeleng cepat. “Belum, belum sama sekali,” balasnya. Jonathan mengigit pinggiran paha gadis itu, dibawanya ke atas pundak. “Then, are you? Kalau aku, belum puas, Christ. Yang tadi itu kamu. Sekarang, ini permainanku.”
Bab Populer