Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas
Gery terlihat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat melihat pertengkaran kami, antara aku sebagai Ibunya dan juga Tuti sebagai Istrinya.
"Bu, tolong lah. Jangan di ungkit-ungkit lagi masalah hutangku itu," kata Gery dengan wajah memelas.
"Loh, kenapa? Sampai kapanpun itu akan tetap menjadi hutang, jadi BAYAR! Baru aku tidak mengungkitnya lagi," kataku dengan penuh penekanan.
Gery dan Tuti terlihat terlonjak kaget dengan kata-kataku, mereka pasti tidak percaya aku tega mengeluarkan kata-kata sepedas tadi.