Candu Pelukan Hangat Bos Dingin
lirih Dinara memecah kesunyian, suaranya terdengar begitu tipis dan pasrah.
Julia tersentak hebat, hampir saja menjatuhkan gelas yang sedang dipegangnya. Ia menatap Dinara dengan mata membelalak, lalu buru-buru mendekat dan duduk di tepi ranjang.
“Lo ngomong apa sih? Nggak, Din! Jangan ambil keputusan tanpa berpikir panjang kayak gini, gue mohon,” ujar Julia, berusaha keras menahan lengan sahabatnya. Jantungnya berdegup kencang, ada rasa takut yang menjalar saat melihat binar mata Dinara. Tidak ada kemarahan di sana, yang ada hanya kepasrahan dan tekad bulat yang dingin. Dinara benar-benar ingin menyerah.
Hot Chapters