Gadis yang Terabaikan, Dunia Baru Menantimu
Ninicerita pendek tentang kuliahsurat untuk kakak terbaikadikkubahasa inggris adikku
Begitu pedas hingga air mataku terus mengalir.
Namun aku tetap menghabiskannya dengan lahap.
Selesai makan, aku mencuci mangkuknya bersih, lalu mengelap meja dapur seperti biasa.
Ponsel di sakuku tiba-tiba bergetar.
Pesan suara dari ibu.
Di balik pesan itu, terdengar begitu banyak suara tawa, memuji Naira.
“Nindi… kenapa belum sampai?”
“Cepat naik taksi. Jangan buat kami menunggu.”