Budak Kesayangan Sang Tiran
Di dalam tidurnya, dia bermimpi tentang seorang anak kecil dengan mata biru bercampur abu-abu, berlari di taman istana, tertawa riang, dan memanggil mereka ‘Ayah’ dan ‘Ibu’.
Mimpi itu indah. Dan ketika dia bangun keesokan paginya, dia tahu itu bukan hanya mimpi. Itu adalah masa depan yang menanti mereka.
Masa depan yang telah mereka perjuangkan dengan darah, air mata, dan cinta yang tak pernah padam.
“Aku tidak sabar menantikan kehadiran malaikat kecil itu,” bisik Lysandra.
Kemudian, terdengar suara langkah kaki mendekat. “Yang Mulia!” suara lelaki itu membuat Lysandra menoleh.