Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelayan Perawan Milik Tuan Muda

Pelayan Perawan Milik Tuan Muda

"Pupuk kandang?" "Iya, itu kotoran hewan." Sekujur tubuh Argio langsung bergidik jijik mendengar ucapan bu Ani. Seumur-umur ia tak pernah menyentuh kotoran hewan. Bu Ani tersenyum melihat raut wajah jijik Argio. Hidup dalam kemewahan dan mendapatkan apapun yang Argio inginkan, tentu akan menjadi tantangan besar bagi Argio untuk menjalankan persyaratan yang diberikan.
9.421.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 809 kali sebagai si cacing dan kotoran kesayangannya
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Primadona Desa

Dokter Ajaib Primadona Desa

Termasuk semut yang merayap di tanah, burung gereja yang terbang di atasnya, serta tikus, cacing, lipan, dan semua serangga yang tertidur. Bahkan, gambaran anjing hitam yang buang air besar juga muncul dalam benak Tirta. Dia membuka mata, lalu menutup hidungnya dan memaki, "Anjing sialan, apa kamu nggak bisa buang air besar di tempat yang lebih jauh? Aku rasa kamu sengaja!"
9.43.3M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98.9K kali sebagai si cacing dan kotoran kesayangannya
Tampilkan Ulasan (278)
Baca
+Pustaka
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Sopir Kesayangan Ibu Bos

Sopir Kesayangan Ibu Bos

sela Sari di antara isak tangisnya. "Halah! Sayang-sayangan tai kucing! Hidup itu butuh duit, butuh materi, bukan cuma sayang," sergah Marni dengan nada mengejek. Lalu katanya pada Slamet, "Terus kowe ya, Met, anak mantan lurah kere kaya kamu mana pantas jadi pasangan Sari. Mbok mikir kamu itu. Ngaca!"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai si cacing dan kotoran kesayangannya
Baca
+Pustaka
Membalas Perselingkuhan Suami ASN

Membalas Perselingkuhan Suami ASN

Ia mengusap perutnya sendiri. 'Laki-laki mana pun memang tak akan sudi menikah dengan wanita kotor seperti aku. Tubuhku ini kotor sekali. Tuhan masih memberiku kesempatan hidup, padahal ajal sempat menghampiriku,' rutuknya dalam hati. Bersamaan dengan itu, bulir bening terlihat menetes dari sudut mata Raisa. Wanita itu merasa hina dan kotor. Ia bahkan terlihat menekan kepalanya seiring dengan tangisan yang luruh setelah Jaka dan Sabrina keluar dari ruangannya.
9.980.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai si cacing dan kotoran kesayangannya
Baca
+Pustaka
Istri Untuk Tuan ALEX

Istri Untuk Tuan ALEX

Mereka memuntahkan sarapan yang baru saja mereka santap, sementara papa Jhon mengelapnya dengan tisue. Mama Indah pun menepuk jidatnya, dia membuang nafas kasar. Sungguh dia tak habis pikir dengan kepolosan menantunya ini, masa selai kacang di kira kotoran kucing. ''Sayang, ini tuh namanya selai kacang, bukan kotoran kucing," ucap Mama Indah dengan sabar. ''Tapi Ma, itu buktinya Tuan Asok sama Mas Alex muntah," tunjuk Gadis pada Asok dan suaminya.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai si cacing dan kotoran kesayangannya
Baca
+Pustaka
Sang Pengubah Takdir

Sang Pengubah Takdir

Citra keluar dari rumah untuk menyambut Rangga. “Astaga… kangmas bau sekali… apa itu yang diwadahi karung?” tanya Citra. “Jangan dekat-dekat dulu. Aku mau ke belakang lewat samping. Itu kotoran kelelawar yang hendak aku jual jika sudah terkumpul banyak!” kata Rangga. “Kotoran kelelawar?” ucap Citra heran. Ia semakin bingung dengan jalan pikiran suaminya. Sungguh nyleneh.
1080.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai si cacing dan kotoran kesayangannya
Baca
+Pustaka
Semoga Cinta Kita Tetap Suci dan Tenang

Semoga Cinta Kita Tetap Suci dan Tenang

“Orang yang paling kamu cintai … adalah dirimu sendiri.” “Aku pergi, kamu merasa nggak terbiasa. Jadi kamu ingin menarikku kembali, mengikatku lagi.” Tatapan Melani jatuh pada tangan Bagas yang masih berlumur lumpur. “Kamu mencariku seperti orang gila. Tapi itu bukan cinta.” “Itu cuma rasa terharu yang kamu ciptakan sendiri.” Cinta yang datang terlambat … sama sekali tak berharga.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai si cacing dan kotoran kesayangannya
Baca
+Pustaka
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

Keduanya berbunga-bunga seperti sepasang kekasih yang pertama kali jatuh cinta. “Besok Nara mesti bangun pagi, 'kan? Sekarang tidur dulu yuk, biar nggak telat bangun.” Nara mengangguk. “Iya, Mas. Padahal masih kangen.” “Mas juga masih kangen. Besok aku mesti berangkat pagi, jadi lebih baik kita tidur, ya.” Nara mengangguk. “Have a nice dream ya Sayang, I love you ...muach....”
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai si cacing dan kotoran kesayangannya
Baca
+Pustaka
The Present Of Love

The Present Of Love

Jika masuk pasti mendesak dan terasa penuh. "Aku akan memasukimu sayang!" bisikan Aksara membuat Seila tersenyum bahagia. Akhirnya mereka akan bersatu juga. "Baby, daddy coming!" Cacing berurat yang panjang dan berukuran cukup besar itu keras dan tegang. Cacing berurat itu di desak masuk melewati celah sempit menuju lubang surgawi yang hangat dan lembab. Aksara merasa miliknya tersebut habis dan dihimpit.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai si cacing dan kotoran kesayangannya
Baca
+Pustaka
Isaac jangan ghosting

Isaac jangan ghosting

"Nggak Saac, aku makan kotoran manusia. Terpaksa tapi rasanya lumayan, sedikit lumer ditambah gurih dan wangi khas dan cita rasa tersendiri yang unik. Apalagi kalau kotoran dari manusia dengan makanan berkelas, rasa kotorannya lebih enak!" Isaac mengerutkan kening, alisnya hampir menyatu. Ia merasa sedikit jijik saat Gwen menjelaskan alasannya, meskipun dirinya tak begitu yakin dengan kebenaran ucapan Gwen. Troll memang terkenal suka aktivitas kotor namun bukan berarti memakan kotoran itu adalah hal yang lumrah dilakukan para troll, begitupun bagi Isaac yang sangat peduli dengan kebersihan hal seperti ini sangat berbeda untuknya. Hidung Isaac gatal, gawat sebentar lagi dirinya akan bersin. I
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai si cacing dan kotoran kesayangannya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status