Menantu Bintang Lima
"Kan, sudah ada Om Damar sekarang?"
Kali ini tawa Mama terdengar mellow, mungkin terharu karena akhirnya aku bisa menerima kehadiran Om Damar. "Ya, beda dong, Mirah. Posisi dan kadarnya tak sama. Pokoknya, Mommy hanya ingin kamu tahu, kamu adalah matahari, bulan, bintang, air, udara dan bumi bagi Mama. Kamu, Mirah Delima yang akan terus berbuah ranum di hati Mama."
Woaaa, air mataku menggerimis secara otomatis. Belum pernah Mommy bersikap so sweet, seromantis ini padaku, sungguh. Selama ini Mommy biasa-biasa saja. Serius.
Hot Chapters