Once then Forever
"Berdiri yang tegak. Kamu laki-laki. Harus kuat, Hares."
Suara itu tegas, tetapi teduh sampai di telinga. Hares menyerah, menumpahkan air mata yang sejak tadi menumpuk. "Iya, Bang," jawabnya sembari menatapi pria yang baru melewati pintu rumah mereka.
Kadang, hal seperti ini terjadi. Mereka yang orang asing bisa paham soal luka di hati. Sementara mereka yang dekat di hati tak sadar bahwa sudah menoreh luka.