Kubongkar Perselingkuhan Suami di Pesta Bayi
"Megah. Keren. Ya ampun, kalau kamu bukan Adek Abang, udah pasti kepincut, deh."
"Apa sih, Bang?" Bukannya suka dengan perkataannya barusan, aku malah geli. Terlalu aneh.
"Ayo, udah malam, Om." Adel membenarkan jilbabnya, mengajak Bang Ridwan cepatan.
"Sabar, dong, Adel. Orang sabar, disayang sama Oom."
Bang Ridwan banyak sekali perubahannya. Dia lebih ceria, lebih humble. Membuatku tersenyum terus. Meskipun kadang kesal juga.