SELIR HATI
“Aku cuma takut, aku pulang tapi aku nggak tahu harus bersyukur atau sedih.”
David langsung menoleh. “Dias, kalau kamu pulang, itu rumah kamu. Kamu nggak perlu takut apa pun.”
Dias tersenyum. “Kamu masih begitu ya, Sayang? Selalu berusaha bikin semua terdengar gampang.”
David ikut tersenyum. “Padahal sebenarnya nggak.”
Dias menatapnya agak lama, lalu berkata lirih, “Sayang… aku akan percaya kamu. Tapi jangan buat aku bohongin diri sendiri lagi.”
Hot Chapters