Selir Yang Terlupakan
Ia tak langsung menjawab, melainkan mengulurkan satu jari, menelusuri perlahan tepi cangkir teh yang sudah dingin itu.
"Pengkhianatan adalah kata yang sangat berat," ucapnya, suaranya merendah hingga membuat udara di ruangan terasa menipis dan sesak. "Namun hukumannya jauh lebih berat lagi."
Ia mendongak, dan untuk pertama kalinya aku melihat sesuatu yang berbeda di matanya—bukan sekadar dingin atau marah, melainkan kemarahan yang terukur, tajam seperti bilah pisau bedah yang siap membedah kebenaran.