Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal
“Nggak, itu nggak benar! Aku cuma ucapkan selamat tinggal pada Vianie, cuma pelukan perpisahan! Caroline, kamu sengaja bawa Melisa bersamamu, kan? Dia itu putri kandungmu, kenapa kamu bisa sekejam itu!”
Aku melotot ke arahnya dengan penuh kebencian, menatap tajam lelaki yang telah hadir dalam hidupku sejak masa remajaku dan berkata dengan dingin, “Kamu selalu seperti ini. Kamu yang selingkuh, tapi malah salahkan aku karena kejam padamu. Kamu yang sakiti aku, tapi tetap salahkan aku karena marah dan bersikap gila. Kamu yang lewatkan ulang tahun putrimu untuk bertemu kekasihmu, tapi masih salahkan aku karena biarkan dia melihat sifatmu yang sebenarnya!”
“Aku menyesali waktuku yang telah kuhabi
Chapitres populaires