Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati
Sementara itu, Tante berlutut di sampingku sambil terus mengusap kepalaku dan bergumam, "Anak baik, pergilah dengan tenang. Orang-orang ini nggak layak untuk kamu rindukan, nggak layak untuk kamu benci juga .... Karena mereka nggak pantas. Di kehidupan berikutnya, lahirlah di keluarga yang baik. Punya orang tua yang menyayangimu dan rumah tangga yang bahagia."
"Herlina, di kehidupan selanjutnya, aku harap kamu bisa terus tersenyum. Harus terus tersenyum ya, karena kamu sudah terlalu banyak menangis di kehidupan ini ...."
Suara Tante terdengar begitu serak, seolah-olah kata-kata itu sudah diulang berkali-kali. Begitu semua orang terpaku di tempat, dia menghentikan kata-katanya dan suasananya
Hot Chapters