O, Yang Mulia!
"Ehem... Baiklah, biar aku lanjutkan pidatoku."
O tidak bisa mengeluarkan suara apapun selain bunyi-bunyian yang tidak berarti. Rahangnya patah dan tidak memungkinkan lagi untuk mengolah suaranha menjadi kata-kata.
"Kalian akan hidup bersamaku dalam keabadian," tutur Livor, melanjutkan pidatonya. "Sebagai kristal inti, kalian tidak akan bisa bergerak, tapi jangan kahwatir. Sebab aku, Baro Livor Victus, akan membereskan semua urusan kalian yang belum selesai sampai sekarang."