Asmaraloka
Merasa di situasi yang canggung karena melihat perempuan sedang menangis di depan pelanggan yang menyodorkan uang seratus dolar, waiters itu hanya mengangguk pelan lalu pergi.
‘Itu kan Ainun Qolbi, pemilik tunggal perusahaan properti yang semua orang pasti tahu, dan wanita itu, siapa?’ guman waiters dalam hati.
“A, kamu ga bisa tinggal lebih lama lagi?” Alfi kembali memulai percakapan, mencoba menahan Ain lebih lama lagi. “Aku ingin jelasin kesalahpahaman ini” lanjutnya.
………………..
Aku adalah Ainun Qolbi, pemilik tunggal perusahaan properti terbesar di lampung. Semua perusahaan swasta maupun pemerintah paham betul dengan manuver perusahaan Ainun Qolbi.
Bab Populer