Jodoh di Tangan Mama
“Mama yakin sama kamu, karena kamu masih mampu bertahan sampai di hari kita ketemu. Hidupmu juga nggak mudah, tapi kamu bisa bertahan. Mama nggak menyuruh kamu menyembuhkan Asa atau sebaliknya, karena sembuh itu datangnya harus dari diri kita sendiri.
“Mama cuma ibu-ibu biasa, yang berharap anaknya bahagia dan mendapat sosok terbaik untuk mereka. Dan definisi terbaik itu harus sesuai dengan yang diinginkan Asa, karena dengan dialah kamu akan menjalani sisa hidup ini. Bukan dengan Papa, Mama, atau adek-adeknya Abang.”
Mata Athalia mulai memanas. Belakangan ini ia memang lebih melankolis, tapi bicara dengan Padma mengenai suaminya selalu berhasil menyentuh sudut hatinya.
Hot Chapters