Pembantu Rasa Nyonya
“Hari kasih sayang itu, hari dimana kita diingatkan untuk menyatakan cinta kepada yang terkasih. Sedangkan Mas Suma, setiap waktu menunjukkan cinta yang luar biasa kepadaku dan kepada anak-anak. Bagiku, setiap hari itu hari kasih sayang. Terus, apa yang kurang lagi? Bunga? Coklat? Itu sekadar simbol.”
Dia menundukkan kepala. Mengalungkan kedua tangannya di leherku. Kami sama-sama memandang bayangan di pantulan cermin. Senyuman merekah. Sesaat kami terdiam menikmati pemandangan ini.
“Ran, I love you.”
“I love you too, Mas Suma.”
Pipi ini aku miringkan, memberi leluasa kepadanya untuk membubuhkan kecupan.
“Aku ada hutang kepadamu. Nanti pasti aku penuhi,” bisiknya membuatku beringsut menjauh.