Membalas Kesombongan Mantan
Sulit, Adi bilang sangat berat untuk menggerakkan kakinya maju ke depan.
"Tak apa, jangan dipaksakan. Mungkin hari ini hanya sebatas untuk berdiri. Besok, mudah-mudahan bisa melangkah," ujarku memberikan semangat.
Dia duduk di pinggir ranjang masih dengan mengusap-usap kakinya. Dia enggan beranjak, malah terus berdiri, lalu duduk kembali.
"Aku tidak percaya ini, Al. Ini seperti mimpi. Kemarin kakiku masih kebas dan sulit untuk digerakan. Sekarang, aku bahkan bisa berdiri."
Hot Chapters