Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LUKA

LUKA

Semua hancur, cinta yang dimiliki Nara hancur, persahabatan yang Nara miliki hancur menyisakan satu kata di hati . LUKA. ***
87.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai lu'lu wal marjan
Baca
+Pustaka
Menuju Matahari

Menuju Matahari

“Astaga! Jadi sosok yang istimewa itu adalah putri Pangeran Samodra?” desis Pratiwi. Ki Randu Alas mengangguk. “Namanya Rara Marli, putri bungsu sang pangeran. Aku kenal saat ia diajak ibunya, Raden Ayu Kusrini, berkunjung ke Kalibening. Raden Ayu masih berkerabat dengan Rama Guru Samirana, ketua perguruan sebelum aku. Begitu kenal, kami langsung dimabuk sesuatu yang jauh lebih besar daripada kekuatan wajar sebagai manusia. Marli dan aku seketika tahu, kami ditakdirkan untuk bersama. Lalu kami sepakat untuk meminta perjodohan.”
9.526.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 714 kali sebagai lu'lu wal marjan
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
BALADA SANG MANDARA

BALADA SANG MANDARA

ungkap Nilam, membuat Pangeran Sofraz mengelus rambutnya dengan sayang, segaris senyum singkat singgah di bibirnya. *** Hutan Maraz terletak di barat Istana Sofraz, hutan itu merupakan hutan paling suram diantara semua hutan yang ada. Keadaannya selalu berkabut, terletak di kaki pegunungan Alband. Hutan Maraz tidak terlalu luas, namun tidak ada orang yang suka merambah kesana. Namun hari itu sebuah fenomena aneh terjadi, diantara tirai-tirai kabut, tampak sesosok tubuh melangkah dengan tenang, menelusup di balik pepohonan.Tabir kabut tidak menampakkan parasnya dengan jelas. Siluet tubuhnya menampakan balutan jubah panjang gelap dengan tudung diatas kepalanya. Dia berhenti di suatu tempat,
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai lu'lu wal marjan
Baca
+Pustaka
Melahirkan Anak Iblis

Melahirkan Anak Iblis

Jika benar, maka wanita itu adalah manusia. "Alard… bagaimana aku bisa melawan iblis ini?" Marissa bertanya dalam hati. Alard menjawab, "Buka tutup kendi yang telah kamu siapkan lalu ucapkan mantra ini, لوزلة ، عد في الظلام yang artinya, Lauzalah, kembalilah dalam kegelapan."
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai lu'lu wal marjan
Baca
+Pustaka
Kejutan Suami Lugu

Kejutan Suami Lugu

“Dengar-dengar rumah yang bekas Pak Lurah dulu dirombak habis, ya? Pakel lift segala ya, katanya? Saya lihat sudah kayak istana saja.” “Iya, mewah banget juga dalemnya. Itu pake marmer yang mahal lantainya juga. Terus ada lampu gantung yang gede di ruang tenganya. Ajib pokoknya. Kata Pak Mandor, istrinya yang punya itu gak suka naik turun tangga, ribet. Jadinya bikin lift.” “Coba ada stock lelaki yang kayak gitu, Pak Ojan. Saya ambil satu buat anak saya.”
1044.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai lu'lu wal marjan
Baca
+Pustaka
ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

Setelah itu Mas Bara memberikan sebuah kotak yang agak lebar kepadaku. “Apa ini Mas?” tanyaku menjadi penasaran. “Buka saja,” ucapnya sembari tersenyum dan menyelipkan anak rambutku yang berjatuhan di wajahku. Setelah membukanya aku melihat sebuah kalung zamrud berwarna hijau berkilauan yang benar-benar begitu indah. “Mas, ini pasti mahal banget!” ungkapku dengan rasa kagum.
9.664.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lu'lu wal marjan
Baca
+Pustaka
Lusia

Lusia

“Jujur, saya tidak tau bagaimana cara membujuk orang yang sedang merajuk.” Lusia hendak mengoreksi kata ‘merajuk’ itu bukan kata yang tepat untuk mendeskripsikan kemarahan Aaron, karena jelas, ia marah karena mulut besarnya itu. Tapi Lusia tak sempat, karena Eliona sudah termakan pikirannya sendiri.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai lu'lu wal marjan
Baca
+Pustaka
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

"Ah iye juga, tapi sok tahu Lu!" "Wes! Nurut sama Marni!" "Galak amat!" "Biar nurut!"
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai lu'lu wal marjan
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

"Ini untuk pak Galuh. Ternyata Kevin tadi sudah membelikannya untuk kita." Jonathan mengambil mangkuk itu sebab Galuh sedang fokus menyetir, lalu terdengar ucapan terimakasih dari Galuh. Mawar membuka mangkuk miliknya. Irisan daging sapi, balado kentang dan tumis kangkung yang pertama kali terlihat oleh matanya. Perlahan dia menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya. Dirasa enak, senyum Mawar terbit kembali lalu dia menelan makanan itu dengan senang hati.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai lu'lu wal marjan
Baca
+Pustaka
MARJAN SOLID

MARJAN SOLID

“Iya juga sih. Nambah berapa ya?” Marina duduk di pojok ruangan yang dijadikan sebagai singgasananya untuk bekerja. Ruangan itu disekat dengan triplek yang dicat dan dilukis, supaya tidak terlihat oleh pengunjung dan lalu lalang pekerja. Sekat triplek itu juga berfungsi sebagai hiasan karena lukisan yang menggambarkan sebuah keluarga sederhana yang bahagia. Warung makan Marjan Solid tidak terlihat seperti warung makan Padang kebanyakan. Marjan Solid lebih terlihat seperti café dengan tampilan minimalis. Pelayan warung pun memakai baju seragam berwarna hijau.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai lu'lu wal marjan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status