Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Giok Langit

Giok Langit

“Tapi kau selalu memberikan tenaga dalammu terlalu banyak.” “Tidak ada yang terlalu banyak demi nyawa seseorang. Apalagi engaku.” Long Wei bangkit dari duduknya, menghampiri api unggun yang terdapat dua daging kelinci besar. Dia sedikit mengumpat karena sudah agak gosong. “Sekarang makan.”
103.1K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as lu'lu wal marjan
Read
+Library
Memar Termanis

Memar Termanis

Ketika make up artist beranjak dari samping Paula dan Javeline menatap sekeliling. Dengan nada pelannya, “pertarungan terlihat sengit.” “Eonnie, ini tidak seperti yang kamu bayangkan.” Ucap Paula, menjelaskan halusinasi Javeline yang terlalu jauh. “Ini bunga mawar merah. Kamu tahu sendiri arti bunga mawar merah.” Jelas Javeline. Tapi saat itu pula, bel kamar berbunyi. Salah satu asisten yang membantu Paula membuka pintu itu.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as lu'lu wal marjan
Read
+Library
Antara Luka dan Rasa

Antara Luka dan Rasa

"Tenang saja." "Baiklah hati-hati, Ra. Kamu juga Mae. Sepertinya hari semakin gelap, kalian anak perawan gak boleh pulang terlalu malam nanti di culik setan," ujar Reka jahil. "Reka, mulutmu!" Mae sudah berniat meninju Reka namun gagal karena targetnya sudah terlanjur berlari menjauh. ***
2.4K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as lu'lu wal marjan
Read
+Library
MELEPAS BENALU

MELEPAS BENALU

rengek Mas Ronald tak tahu malu. Aku menimbang-nimbang kalung hasil jerih payahku, tak menyangka Ibu mertua mempunyai selera yang sangat menarik. Kalung berinisal T yang artinya Tiarma dengan jejeran berlian cantik yang menempel dihurufnya. Kilaunya mampu menyilaukan mata, benar-benar sempurna. Pasti harganya sangat mahal.
9.4197.9K viewsCompletedAdded to Library 5.7K Times as lu'lu wal marjan
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

’ Batin Tenri sambil menyeka sudut matanya. Pekerjaan Tenri menginput data dan pembukuan telah selesai sebelum senja. Dia merasa senang karena bisa pulang lebih awal dan memasak untuk suaminya. Dipilihnya menu ikan bandeng pallu mara khas Sulawesi Selatan dan tumis kangkung pedas kesukaan mereka berdua. Biasanya Tyo pulang setelah magrib dan semua makanan sudah tersaji di meja.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as lu'lu wal marjan
Read
+Library
SELALU DICAP MANDUL

SELALU DICAP MANDUL

Ada sedikit halangan yang membuat Pak Ustadz datang terlambat. "Lhoo, Mas Saipul sama Mas Yanto, sini duduk di dekat saya." Laki-laki paruh baya itu memangil Saipul dan Yanto untuk bersila di sebelahnya. Dia adalah Pak Marjan. Laki-laki berusia 45 tahun yang suaranya sangat lantang kalau berbicara, dan selalu berbicara dengan nada 4 sampai 5 oktaf. Entah itu bawaan lahir atau apa.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as lu'lu wal marjan
Read
+Library
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

Luka, meski sekecil apapun harus tetap disembuhkan bukan? Kupandang matahari yang terbenam di ufuk barat, dengan gempalan-gempalan awan putih yang menutupinya. Datang ke tempat Tante Mayang, sama saja mengorek luka dan mengucurinya dengan perasan jeruk nipis di atasnya. Termenung mengingat semua kejadian di masa lalu. Tak terasa gerimis mulai jatuh bersamaan dengan jatuhnya air mata lagi dan lagi.
1066.0K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as lu'lu wal marjan
Read
+Library
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Tiga. Dua hari ternyata tidak membuatku benar-benar bisa menghafal pidato ini dengan benar. Beberapa kali aku lupa isi yang sedang kuhafalkan. Ini terlalu rumit. Namun, Sae terus saja memberiku semangat. Dua hari ini, entah itu pagi, siang, sore atau malam, dia akan mengirim stiker berupa beruang cokelat yang menggebu-gebu dibakar api. Itu adalah tanda seseorang yang sedang bersemangat.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as lu'lu wal marjan
Read
+Library
Wanara

Wanara

kata Wora Saba menyambut kedatangan sang raja bumi. Wanara hanya tersenyum, kemudian melangkah menghampiri Wora Saba dan para petinggi padepokan lainnya. "Apakah kau sudah tidak merasa sakit?" tanya Wanara mengarah kepada Wora Saba. "Lukaku sudah mulai kering. Paman Ramanggala sudah memberikan aku obat yang manjur," jawab Wora Saba berpaling ke arah Ramanggala yang duduk di sebelahnya.
1050.4K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as lu'lu wal marjan
Show Reviews (99)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y thor KSATRIA PENGEMBARA. Seorang pendekar dari Jawa Dwipa yang mengembara keseluruh penjuru dunia untuk menempa kekuatan dalam pertarungan dengan para pendekar hebat dari semua penjuru negara. Pastinya kisah ini akan sangat menarik untuk diikuti. Jangan lupa mampir y. T'Kasih
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

"Pusing apa pusing, Mas? Mata Mas kok nggak kedip lihat Mbak Sari?" ​Sari tertawa renyah, suaranya manja sekali. "Halah, Lala jangan galak-galak. Mas Madun, sini mampir dulu. Mbak punya jamu khusus 'Urat Madu' baru dari kampung. Katanya bisa bikin linggis yang lemas jadi sekeras beton pelabuhan. Mau coba?"
67.6K viewsOngoingAdded to Library 258 Times as lu'lu wal marjan
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status