Lusia
Yang mungkin, hanya Emma yang mau menceritakannya.
Setelah berjalan cukup lama, Lusia akhirnya sampai di bangunan yang Aaron sediakan khusus untuk Emma. Tanpa pikir panjang, Lusia langsung menapaki tangga batu menuju pintu dan mengetuk pintu kayu itu dengan keras.
“Emma.... ini aku, Lusia...! “ Lusia berteriak cukup keras dan di iringi ketukan pintu.
Tak lama, pintu terbuka dan wajah pucat Emma menjadi pemandangan pertama yang Lusia lihat. Ia hampir menjerit karena Emma benar – benar seperti mayat hidup.
Hot Chapters