Alegoria
Namun itulah yang terbaik.
Luna duduk di depan cermin, di kamarnya. Ia sisir pelan rambutnya yang sepirang strawbery dan panjang. Kedua mata birunya menunjam tajam bayangannya di balik cermin. Aduhai, cantik bukan main. Matanya biru berwarna laut, sedalam samudera, hidungnya mancung sempurna, bibirnya tipis berwarna delima, kulitnya putih, mulus, dan bersih. Garis wajahnya lembut. Jelita sekali, melebihi rembulan manapun.
Hot Chapters