Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku
Fahmi memberinya waktu, perhatian, dan sentuhan yang terasa tulus dan menghargai.
Mereka bergerak, menyatu dalam irama yang sama dengan hujan di luar. Setiap sentuhan terasa seperti janji, setiap erangan seperti pengakuan dosa. Ranjang kayu tua itu berderit, menyanyikan lagu cinta terlarang mereka. Bau lavender, bau kayu, dan aroma kulit yang bercampur menjadi satu.
Ketika puncak kenikmatannya datang, rasanya seperti badai, tiba-tiba dan menghanyutkan. Namun begitu indah. Keduanya terengah, tubuh mereka berkeringat.