Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan
Pram mengambil kembali ponselnya dari atas meja dengan gerakan santai, lalu mematikan layarnya sebelum memasukkannya kembali ke dalam saku celana.
”Ya kalau kamu sudah baca semua yang di situ, jawabannya udah lengkap kok. Nggak perlu ada yang aku jelaskan panjang lebar lagi, kan?” kata Pram santai, menopang dagunya dengan tangan kanan sembari menikmati raut kehancuran mental yang terpancar jelas dari wajah Mugi.
Seketika dunia Mugi seperti berputar dengan sangat cepat, meruntuhkan seluruh logika dan kesombongan yang selama ini ia agung-agungkan.