Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mas Gege, I Love You!

Mas Gege, I Love You!

Astaga, benar-benar laki-laki itu! Enak saja main sabet! "Hei, itu punyaku!" Aku mengejarnya. "Permisi." Mall ini sangat banyak pengunjung. Aku melewati rombongan Ibu-ibu berseragam yang kompak dengan kacamata hitam mereka. Salah satu dari mereka ada yang menatapku hingga menurunkan kacamata ke hidungnya. Oh, semoga saja ia bukan teman Ibu.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as maison ikkoku
Read
+Library
Jodohku Musuhku

Jodohku Musuhku

Tok! Tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk dari luar. Elissa dan Arga segera melepaskan pelukannya saat itu. “Hem, siapa ya?” Arga segera membuka pintu kamar. Terlihat Bibik Lusy langsung memberikan sebuah kotak. “Mas, ini untuk Mas Arga.” Bibik Lusy menyodorkan sebuah kotak tersebut. “Apa ini, Bik?” “Tidak tahu, Mas. Pengiriman tadi katanya untuk Mas Arga. Itu saja!”
102.8K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as maison ikkoku
Read
+Library
SUAMIKU SAINGANKU

SUAMIKU SAINGANKU

Aku duduk di meja makan, berusaha menenangkan pikiranku yang masih kacau. Suasana ruang makan terasa begitu normal, seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya di kamar. Ibuku sibuk menyendokkan nasi ke piring, sementara ayah hanya fokus pada makanannya. Arga duduk di seberangku, sesekali menatapku tanpa berkata apa-apa.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as maison ikkoku
Read
+Library
Iparku Suamiku

Iparku Suamiku

Dara kembali ke dalam kamar dan mengambil ponselnya. Dan kunci motornya ada di lantai atas, bagaimana ia melewati mereka dalam situasi seperti ini. Dara memberanikan langkah kakinya, ia lebih baik pulang sekarang, dia tidak mungkin mengatakan kepada Ibu Fani bahwa ia masih ingin tetap berada di rumah ini. Ia tidak punya hak untuk hal itu, dirinya bukanlah apa apa selain menyandang gelar bibi dari anak Ardi.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as maison ikkoku
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

"Dia bilang, gue ganteng." Amora memutar bola mata malas. "Ngaco!" Tak lama, wanita tadi datang. Kali ini ia membuka pagar itu dengan lebar, lalu mempersilakan keduanya masuk. Amora tidak menyangka bahwa dibalik pagar kecil itu, ada sebuah rumah besar yang menjulang tinggi. Matanya tak berhenti menatap keindahan gaya rumah vintage dan beberapa tanaman yang merambat disekitar tembok. Persis seperti istana-istana dongeng.
109.0K viewsOngoingAdded to Library 297 Times as maison ikkoku
Read
+Library
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

Dia tidak mau Ayu banyak tanya lagi. Sepasang suami istri itu pun melangkah pergi menuju rumah orang tua Rahman. Rumah dengan model jaman dulu, kaca-kaca yang berukuran besar dengan dua pintu nan tinggi menjulang sebagai pintu utamanya. Walaupun begitu, rumah orang tua Rahman cukup luas dengan tanaman yang tumbuh di setiap penjuru rumah. Ini juga yang Ayu suka, indah dan segar dipandang mata. Wanita cantik berhijab itu suka jika berlama-lama di rumah mertuanya.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as maison ikkoku
Read
+Library
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

Selain Genkan dan Washitsu, terdapat elemen lainnya yang melengkapi rumah indah ini, yakni Tatami, Engawa, Tokonama, dan Byobu. Sementara itu, ornamen dan lukisan khas Jepang turut memperindah suasana di dalam rumah. Wajar saja kalau Musashi sangat betah tinggal di sini sendirian. Sambil menikmati minumannya, Musashi pun bercerita. “Hanz, aku tahu bahwa Orochi punya maksud dan tujuan tidak bagus. Jika kau tanyakan pada diriku, apakah aku suka dengan Sakura? Jawabannya, mungkin bisa saja aku suka, tapi selamanya aku tidak akan pernah bisa menjadi suaminya.”
9.938.4K viewsCompletedAdded to Library 998 Times as maison ikkoku
Read
+Library
Suami Sekaku Batako

Suami Sekaku Batako

Setelah berbicara pada dirinya sendiri di dalam kamar mandi tersebut, kemudian Asta pun dengan cepat menarik handuknya dan segera mandi dengan air di kamar mandi tersebut yang terasa sangat dingin malam itu. "Gila, ini air apa es," gumamnya sembari terus mengguyur tubuhnya dengan air tersebut. "Andaikan ...," ucapnya lagi ketika teringat dengan bathtub di dalam kamar mandi di kamarnya yang bisa mengeluarkan air hangat dan dingin sesuai keinginannya di rumah orang tuanya, namun semua ingatan itu langsung terdistrak dengan kalimat Cakra yang selalu mengatainya manja. "Asta, jangan manja! Ingat, ja-ngan man-ja," ucapnya sambil menatap ke arah kaca yang ada di dalam kamar mandi tersebut, hingga
106.8K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as maison ikkoku
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status