Aduh, ending 'Almighty Master' itu bener-bener bikin deg-degan dan nggak nyangka! Awalnya aku kira bakal ending happy banget kayak kebanyakan manhua cultivation, tapi ternyata lebih kompleks dari yang dibayangin. Di akhir cerita, protagonis utama yang awalnya dianggap sampah masyarakat akhirnya berhasil mencapai puncak kekuatan dan membongkar semua konspirasi yang menjerat hidupnya. Tapi yang bikin ngeselin, dia harus mengorbankan hubungannya dengan beberapa karakter pendukung yang udah setia dari awal, termasuk salah satu love interest-nya yang ternyata punya agenda tersembunyi.
Yang paling nendang itu adegan pertarungan final melawan antagonis utama. Penulisnya pinter banget bikin twist dengan ngungkapin bahwa musuh bebuyutan si protagonis itu sebenernya bagian dari alter egonya sendiri yang terpisah karena teknik cultivation gagal. Jadi, pertarungan terakhirnya lebih seperti pertarungan batin antara sisi gelap dan terang. Endingnya sendiri agak open-ended—si protagonis menang, tapi dia memilih untuk mengasingkan diri ke dimensi lain buat nguatin kontrol atas kekuatan barunya. Ada hint kecil bahwa mungkin bakal ada sequel atau spin-off, soalnya beberapa karakter sekunder masih punya unresolved issues. Aku sih sebel sama ending yang nggak bikin closure lengkap, tapi somehow itu yang bikin nempel di kepala berhari-hari.