Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

Tatapan matanya penuh misteri, apalagi saat aku mendekatinya. "Kamu siapa?" tanyaku, sedikit bingung. "Lho, harusnya aku yang nanya ke kamu. Kamu itu siapa? Dan ada keperluan apa di sini?" Dia malah bertanya balik, seolah-olah dialah Salwa, pemilik rumah ini. Aku gak boleh terkecoh, mungkin wanita ini adalah salah satu komplotan Mas Andra yang mau menjebakku. "Kamu Mbak Salwa kan?" ucapku tersenyum. "Mbak, ini aku Marni. Masa Mbak lupa sih sama aku, sepupu Mbak Sendiri?"
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai maji de watashi
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Satu-Satunya

Aku Bukan Satu-Satunya

Amira sesegukan, air matanya terus membasahi pipi hingga hidung dan matanya memerah. Amira mengelap air matanya menggunakan hijab yang dikenakannya. Tak peduli jika hijbnya basah, dia harus melepas rasa sesak yang memenuhi dadanya. Amira berjanji pada diri sendiri bahwa dia tidak boleh memiliki rasa dendam terhadap siapapun, tetapi diaat situasi sulit seperti sekarang, rasanya bibir Amira ingin mengumpat sekeras-kerasnya. Amira ingin memaki Kayla di depan semua orang, tetapi pasti dirinyalah yang akan lebih dibenci.
9.670.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai maji de watashi
Baca
+Pustaka
Mahligai Bersamamu

Mahligai Bersamamu

Azmi mengangguk lagi kemudian mendesah. “Susah banget bikin Jenar jangan minder, Mas. Azmi kadang bingung gimana caranya menghilangkan sifat minder Jeje. Azmi berharap Jeje kayak Mbak Caca.” Azzam tersenyum. “Caca dan Jeje beda Mi, karakter mereka juga beda. Jangan kamu samakan dong.” “Bukan menyamakan sih Mas. Cuma Azmi berharap, Jeje punya sedikit aja keberanian kayak Mbak Caca.”
9.926.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 972 kali sebagai maji de watashi
Tampilkan Ulasan (14)
Baca
+Pustaka
Wiwik Setyo Wiyati
Kisahnya itu menginspirasi dan mengandung nasehat terutama dalam berumah tangga.. Dan ads lucu2nya.. Jadi Semangat bacanya.. Apa lagi mengandung aturan dalam beragama bagaimana seorang Muslim bersikap dg lawan jenis... Semoga berkah kk author..
Endang Sagita
alurnya gk bosenin dan selalu penasaran dg kelanjutannya, ya kalo bisa di oerpanjang bab nya seru bacanya dan aku terhibur sekalibanyak jg pelajaran yg bisa di ambil dr kisahnya ...... semangat terus buat lanjutin kisahnya ......
Baca Semua Ulasan
Nikahi Mamaku, Om!

Nikahi Mamaku, Om!

“Mama dan Om Arshaka baunya sama. Kenapa kalian tidak mengajakku mandi bersama?!” “Eh?” Wilona mendadak panik. Reaksi bingung antara menenangkan Arjuna atau mengendus baunya lebih dulu membuatnya terlihat sedikit lucu. “Apa yang kamu katakan? Mana mungkin mama dan Om Arshaka mandi bersama?” “Tapi bau kalian sama.” Arjuna mulai mengendus ketiaknya sendiri. “Kan, cuma aku yang tidak bau wangi di sini!”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai maji de watashi
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai maji de watashi
Baca
+Pustaka
Mყ ɱαιԃ, My future Wife

Mყ ɱαιԃ, My future Wife

Aktingnya bagus. Gadis itu terkekeh. Dari segi mana? mereka melihatnya seperti ia punya teman sekelas mereka yang tinggal di apartemen. "Aku ini dari desa Mba. Ini pertama kali aku ke Jakarta. Aku ke sini bukan untuk main, tapi untuk kerja bersih-bersih." Tidak ada satu keraguan pun darinya saat menjelaskan masalah pribadi nya. Azel dan Rose menilai. 'Gadis ini sangat polos dan jujur'.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai maji de watashi
Baca
+Pustaka
Dia Milikku

Dia Milikku

tanya pemuda itu. "Iya boleh kok gabung aja kenapa nggak," jawab Dita kepada pemuda itu. "Kenalin nama aku Dimas aku tuh baru perpindahan dari luar terus aku di sini belum mempunyai teman jadi bisakah aku gabung sama kalian supaya ya jadi teman aku gitu loh," ucap Dimas kepada Dita dan Sinta. "Ya ampun yang kemarin diberitakan ada mahasiswa baru itu kamu? mahasiswa perpindahan gitu maksudnya," ucap Sinta kepada Dimas.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai maji de watashi
Baca
+Pustaka
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Mereka tertawa dengan begitu bahagia, sama sekali tidak menyadari aku masuk. David baru menyadari keberadaanku ketika dia sedang mencuci tangannya dan senyumnya langsung hilang. “Kenapa kamu tidak menelepon dulu?” Aku menatap kartu di meja makan dengan linglung, kartu itu berwarna merah muda, dengan glitter dan bintang-bintang kecil di sudut-sudutnya. Ada dua baris tulisan tangan yang indah di atasnya:
11.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai maji de watashi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status