Terjerat Takdir Tuan Saka
"Ayo dong, tuan! Ini momen penting dan harus diabadikan."
Saka menghela napas berat, wajahnya masam. Namun ia kembali diam, menatap lilin dan akhirnya mengalah.
Baru bersiap mengumpulkan napas untuk meniup lilin, Arum menyentuh lengan Saka membuatnya menoleh menatap Arum. "Jangan lupa make a wish!"
".. Cerewet kamu ya," ucap Saka pasrah, lalu memejamkan matanya.