Bidadari Pembawa Luka
“Itu... aku... “ Maha sangat gugup, dia malu karena baju yang dipakaianya sangat tipis dan transparan. Rambut hitamnya yang panjang dan lurus, kulitnya yang seputih susu, sepasang mata yang indah, hidung yang kecil, dan juga bibir tipis yang berwarna pink membuat wanita itu memang seperti jelmaan dari bidadari dunia. Zayn terpesona dengan keindahan itu.
“Kenapa? Kamu malu?”
Maha mengangguk pelan. “Iya, Mas. Aku malu karena ini pertama. Apa nanti sakit?”
“Sedikit, tapi kamu tenang saja karena sakitnya hanya dari awal,” balas Zayn. Dia langsung membelai puncak kepala Maha dan mengusapnya lembut. “Sebelum kita mulai, kita berdoa, ya! Agar malam ini apa yang kita lakukan bernilai ibadah dan syet
Bab Populer