KEBANGKITAN PUTERA JAYANTARA
“Cerita Jayantara sudah selesai. Takhta sudah tidak ada. Apa gunanya kau melindungi keturunan yang tidak memiliki masa depan?”
“Anak ini bukan milik takhta semata,” jawab Wirabumi tegas. “Ia adalah harapan negeri ini. Dan aku akan melindunginya sampai tetes darah terakhirku.”
Pertempuran meletus seketika. Wirabumi bergerak dengan kecepatan dan ketangkasan yang dilatih selama bertahun-tahun sebagai pengawal istana. Ia menangkis serangan demi serangan, membalas dengan tebasan keris yang mematikan. Namun, jumlah lawannya terlalu banyak. Panah melesat dari samping, menusuk paha dan bahunya. Darah membasahi bajunya, melemahkan kekuatannya sedikit demi sedikit.