Di Ranjang Majikanku
Angin malam masih bertiup, dingin, tapi di antara mereka, ada kehangatan.
Beberapa menit berlalu.
Binar masih di dadanya. Tangan Bhaga masih di rambutnya. Tapi angin tidak mau kompromi. Semakin malam, semakin dingin.
Binar menggigil lagi. Kali ini lebih keras.
"Masuk, yuk," bisik Bhaga. "Dingin."
Binar menggeleng. "Nanti."
"Binar—"
"Aku masih mau di sini. Sebentar lagi."