Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau

Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau

Dia pun mengajak Luki untuk minum-minum. Setelah beberapa gelas anggur habis, Luki menatap kondisi Kevin yang tampak kuyu. Luki tampak ragu-ragu, tetapi akhirnya dengan keberanian yang muncul dari pengaruh alkohol, dia mulai berbicara dengan terbata-bata. "Pak Kevin, ada satu hal yang sudah lama sekali aku pendam di hatiku. Aku nggak tahu apa aku harus mengatakannya atau nggak."
3.2K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Wanita Malam

Wanita Malam

Amaya pun beranjak bangun dan meninggalkan Mecca untuk tidur sendiri. Amaya pun berjalan ke arah dapur ia mengambil satu botol minuman alkohol yang ia sembunyikan di lemari atas karena Amaya tak mau jika sampai Mecca melihatnya seperti ini. Tak lupa ia juga mengambil es batu di lemari es dan duduk sambil menuangkan minuman alkohol ke kelas kecil. "Sejak kapan Kamu minum?" tanya Santi. Amaya tersenyum dan tak menjawab apa yang ditanyakan ibunya.
9.916.2K viewsOngoingAdded to Library 340 Times as malam semakin larut
Read
+Library
MELAHIRKAN LEWAT MULUT

MELAHIRKAN LEWAT MULUT

Sedang di balik selimut Bu Mala sama sekali tak bisa lagi memejamkan mata, keringat dingin mengalir di sekujur tubuhnya namun ia terlalu takut untuk keluar dari sana. Saat baru saja hendak memejamkan mata, bu Mala akan kembali mendengar senandung lirih seperti yang tadi ia dengar namun saat ia membuka mata suara senandung itu akan hilang entah kemana. Begitu terus sampai akhirnya karna lelah Bu Mala pun tertidur tanpa mempedulikan suara aneh itu lagi. "Aahhhhhh! Toolooonggggg! Toooloooongggg!"
103.0K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Hasrat Pria Lumpuh

Hasrat Pria Lumpuh

"Aku... baik. Kamu sendiri gimana?" Alaric menyentuh pelipisnya dan tersenyum kecil. "Bukan malam terbaikku. Tapi aku masih hidup." Ia berhenti sejenak, menatap Anna dalam-dalam. "Maaf kalau tadi malam membuatmu takut. Aku terlalu banyak minum dan tidak bisa mengontrol diri." Anna melangkah lebih dekat. “Itu bukan salahmu. Teman-teman kita juga sama-sama mabuk. Hanya saja, aku tidak menyangka kamu akan semabuk itu.”
83.7K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Satu Malam Bersama Kembaran Suamiku

Satu Malam Bersama Kembaran Suamiku

Dia pun mengirimkan pesan pada Ambar agar tahu keberadaan mereka. [Kalian masih ingat jalan ke rumahku 'kan?] Pesan sudah terkirim, tapi tidak ada balasan dari Ambar. Wajahnya sudah mengantuk, jadi dia memutuskan untuk beristirahat terlebih dulu sebelum teman-temannya datang.
9.718.4K viewsCompletedAdded to Library 589 Times as malam semakin larut
Read
+Library
KETIKA SEORANG ISTRI BERHENTI PEDULI

KETIKA SEORANG ISTRI BERHENTI PEDULI

Laras mencengkram baju yang digunakannya dengan erat dan lebih emosi. "Kenapa? Apa yang aku katakan benar?" Pak Malik kembali tertawa. "Aku tidak tahu kau menilaiku bagaimana, yang jelas aku bukanlah Mala yang baru saja tumbuh, lalu masuk ke dalam perangkap yang kau siapkan. Aku adalah orang dewasa yang sudah merasa manis, pahit, asam, dan asinnya kehidupan. Bahkan, hambar pun sudah tidak aneh lagi bagiku."
1026.6K viewsCompletedAdded to Library 956 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Wajah Hamin yang biasanya begitu jelas di matanya, kini mulai tampak buram, seolah tertutup kabut tebal yang tak kunjung hilang. "Lihat?" Malakai turun perlahan dari balkon, langkah kakinya tidak bersuara di atas lantai kristal. "Rantai ini bereaksi terhadap emosimu. Setiap kali kau mengingatnya, kau menjadi lemah. Kau adalah lubang hitam, Haneul. Dan lubang hitam tidak mencintai; ia hanya melahap. Dan saat ini, kau sangat lapar."
794 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Suamiku Menghilang Setiap Malam

Suamiku Menghilang Setiap Malam

Suamiku Menghilang Setiap Malam Bab 11 : Nyata atau Mimpi? “Selamat pagi, Sayang.” Terasa sebuah kecupan mendarat di dahi juga suara lembut khas suamiku. Aku membuka mata dan mendapati diriku sedang terbaring di tempat tidur, padahal tadi malam aku ingat betul kalau sedang duduk meringkuk dengan memeluk lutut yang mungkin telah ketiduran, tapi kini aku tertidur dengan posisi seperti biasanya, di samping suamiku, lengkap dengan selimut.
1018.8K viewsOngoingAdded to Library 413 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Malam Panas, Hati yang Membeku

Malam Panas, Hati yang Membeku

"Tapi itu terlalu lama, sungguh terlalu lama. Kamu jadi pendiam, tak lagi suka tertawa, dan seolah kehilangan minat pada segala hal." "Setiap kali pulang ke rumah itu, aku merasa sesak. Demi segera menyembuhkanmu, aku sering berhubungan dengan dokter di rumah sakit." "Dia sangat mirip dengan dirimu yang dulu. Aku benar-benar terlalu merindukan dirimu yang dulu." Aku tertawa sinis. "Morin, kamu lupa? Siapa penyebab aku kehilangan penglihatan?"
5.1K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as malam semakin larut
Read
+Library
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

Area intim Saena yang merah bagai bunga mekar, berdenyut, memijit kejantanan Yu Silan yang mengeras dan Yu Silan terus-menerus menggesek lubangnya yang basah oleh cairan kenikmatan. “Ah, ah, Saena, kamu candu yang memabukkan, oukhh, aahh.” “Oukhh, Tuan, ambil aku, emhh, sampai Tuan Yu puas, aaahh, aku akan menurutimu, Tuan Yu, aku sangat takut kehilangan Tuan Yu, sshh, Tuan, terus dorong milikku, oukhh. Oukhh Tuan, nikmatnya, oukhh.” Saena mabuk dalam hasrat yang tak kunjung usai. Sampai seluruh tubuhnya nyeri barulah Yu Silan mau melepaskannya.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as malam semakin larut
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status