Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Makin lama hawa dingin ini semakin menggila hingga dua kakek yang mengeroyok Jin Terjungkir Langit mulai menggigil kedinginan. “Gila! Apa yang terjadi! Api di sekujur tubuhku meredup padam. Aku merasa dingin luar biasa!” Pamanyala menggigil. Rahangnya sampai bergemeletakan. “Jin Lumpur Hijau! Apa kau juga merasa dingin?!”
1031.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 915 kali sebagai malam semakin dingin
Baca
+Pustaka
Dalam Rengkuhan Tuan Mafia

Dalam Rengkuhan Tuan Mafia

Semilir angin malam terasa begitu dingin malam itu, menembus kehangatan yang Liv harapkan dari sehelai selimut. Di balkon kamar, sosoknya nikmati kesejukan malam. Berhubung ini musim dingin, entah mengapa, melihat salju turun dari langit, selalu membuat benak Liv terasa hangat. Hangat oleh memori yang dulu selalu menghiburnya. "Aku kangen Mama." Dia membisik, bisikannya dibawa angin malam yang telah menurunkan salju. Senyap bagi sebagian orang adalah suasana yang membosankan, lain halnya dengan Liv, dia sangat mendambakan keheningan. Baginya, hening adalah ketenangan yang membuat jiwanya merasa pulang.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai malam semakin dingin
Baca
+Pustaka
Bertemu Setelah Berbeda Status

Bertemu Setelah Berbeda Status

' lirih Jelita dengan perasaan yang tak menentu. Cukup lama mereka terdiam hanya memandang langit malam, menikmati angin malam yang makin dingin hingga terasa menusuk kulit. "Vaaan... aku mau ke dalam!" kataku mulai merasakan kedinginan. "Iya, ayo masuk, kayaknya udara sudah terlalu dingin." Baru saja kami bangkit, ponsel Revan berdering, Revan langsung mengangkatnya.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai malam semakin dingin
Baca
+Pustaka
Dosen Dingin itu Suamiku

Dosen Dingin itu Suamiku

Tak menjawab, Ibrahim segera menurunkan suhu AC, dari 23°C menjadi 16°C, suhu terdingin yang bisa dicapai AC. "Kamu nggak akan kegerahan dengan suhu 16°C," sahut Ibrahim singkat, namun berhasil membuat Arumi tak dapat kembali berkutik. Gadis itu pun kini hanya bisa pasrah, meringkuk di bawah balutan selimut yang dipasangkan oleh suaminya. Dalam sesaat Ibrahim bisa bernafas lega, setidaknya untuk saat ini posisinya aman. "Yaudah, katanya Mas Ibra mau cerita manusia dan kepompong? Arumi dah siap dengerin ini," ucap Arumi mengingatkan.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 403 kali sebagai malam semakin dingin
Baca
+Pustaka
SELUMBARI

SELUMBARI

Aku menggeleng. “Aku tidak sebaik itu.” *** Malam datang lagi—sama seperti sebelum-sebelumnya, menelan sisa-sisa cahaya senja di ufuk Barat. Kali ini langit tampak sendu, tidak ada satu pun bintang berkelip yang muncul. Bulan juga tidak menunjukkan sinarnya, sehingga langit sangat gelap, bukannya biru dongker. Angin malam bergerak cepat dan menyebarkan hawa dingin. Walau jendela di seluruh ruangan terkunci rapat dan tertutup gorden, hawa dingin masih terasa.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai malam semakin dingin
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah Sahabat Kakakku

Terjerat Gairah Sahabat Kakakku

Khusus malam ini, Jasmine benar-benar enggan untuk pulang bersama. Malam merayap semakin larut. Desah anginnya pun membelai lembut kulit. Entah karena memang malam yang semakin menuju akhir atau disebabkan oleh prakiraan akan turunnya hujan, dinginnya malam menusuk hingga ke tulang. Jasmine menghalau dingin yang menyentuh kulitnya dengan usapan lembut di lengan. Setidaknya sentuhan tersebut bisa memberikan kehangatan untuknya yang hanya memakai atasan tanpa lengan itu.
1017.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 584 kali sebagai malam semakin dingin
Baca
+Pustaka
MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

“Iya. Tadi sudah saya periksa. Kamu tenang saja.” Aurin kembali menggigil. Dia tak terbiasa dengan udara dingin seperti ini. “Meski mataharinya bersinar cerah siang ini, tapi udara di akhir musim dingin tetap saja menusuk kulit. Bbbrrrrr.”
1061.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai malam semakin dingin
Baca
+Pustaka
Angin Malam Menyadarkannya

Angin Malam Menyadarkannya

"Sudah waktunya kau merasakan bagaimana rasanya ditinggalkan. Kalau nggak, kau nggak bakal pernah berubah. Aku melakukan semua ini demi kebaikanmu." Tanpa memberi kesempatan Bella berbicara, Martin langsung pergi meninggalkannya. Yang tersisa hanya asap knalpot mobil yang perlahan menghilang. Tempat itu benar-benar terpencil, jauh dari permukiman mana pun. Bella berjalan susah payah beberapa kilometer, tetapi tidak satu pun kendaraan lewat. Angin malam awal musim hujan membawa hawa dingin yang menusuk. Bella hanya mengenakan gaun tipis dan kini tubuhnya mulai menggigil.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai malam semakin dingin
Baca
+Pustaka
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

Berlutut di depan pintu besi yang diselimuti lapisan es, aku mati-matian bersujud memohon, mengatakan bahwa aku takut dingin, aku akan mati kedinginan di dalam sana. Namun, yang kudapat hanyalah ejekan dingin dari Kak Eki. "Kedinginan apanya! Gara-gara ulahmu Nara sampai demam. Semua ini memang akibat perbuatanmu sendiri. Membuatmu kedinginan sebentar justru bagus, biar kau sadar. Kau nggak bakal mati!" Kak Dimas bahkan langsung mencabut satu-satunya sakelar darurat di dalam ruang pendingin, memutus seluruh jalan hidupku.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai malam semakin dingin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status