Istri Dalam Sangkar Emas
Barulah aku membuka pintu, dan membiarkan Mama masuk lalu kembali menguncinya.
"Aluna, kenapa menangis nak?" Tanya Mama pada Aluna, melihat jejak air mata di wajah Aluna.
"Nenek," Aluna kembali menangis, kali ini Ia berada dalam pelukan Mamaku.
"Ayah jahat Nek, Ayah sangat jahat," racau Aluna, Ia mengadukan hal yang sama.
Kulihat Mama berusaha menenangkan Aluna, mengusap rambut dan punggungnya. "Aluna tidak boleh mengatakan hal seperti itu pada Ayah Aluna," ujar Mama.
Hot Chapters